Akal Kurang Sehat dan Budaya Instan

nyontek

Ponari (tida ada hubungan darah dengan Ponaryo Astaman) mendadak terkenal. Siswa kelas 3 SDN Balongsari, Megaluh, Jombang tersebut, beberapa pekan terakhir super sibuk melayani ribuan tamu yang mengantre untuk mendapatkan jasanya. Konon si Ponari habis tersambar petir, namun tidak terluka sedikitpun. Bahkan, dia malah mendapatkan sebuah batu ajaib yang kemudan diyakini bisa menyembuhkan segala macam penyakit apabila dicelupkan ke dalam air, lalu air tersebut diminumkan kepada si sakit. Keyakinan inilah yang mengundang ribuan orang tadi untuk datang dan berobat (lebih tepatnya berdukun).
Para calon pasien yang telah datang dengan antusias, rela berdesak-desakan untuk menunggu giliran. Bahkan ada beberapa diantara mereka yang sampai meninggal dunia saking capeknya ngantri. Waduh ini benar-benar membingungkan. Menurut kamus demonstar, orang-orang yang sampai tewas ini inginnya ngambil bonus untuk nambah nyawa, malah game over. Mau berobat malah wafat. Owalah tobattt…!
Yang lain pun tetap tidak surut semangat antrinya melihat keadaan tersebut. Bahkan ketika Ponari dievakuasi ke rumah dinas Bupati Jombang sesuai dengan permintaan orang-orang terdekatnya, mereka tetap menunggu tanpa kenal lelah. Dengan sangat yakinnya mereka mempercayai bahwa semua pasien yang diobati Ponari akan sembuh. Sayangnya saat diwawancarai wartawan tentang keyakinannya, hampir semuanya menyisipkan phrasa “katanya” atau “siapanya siapa”, tidak ada yang direct. Wah…

Sepertinya semua menjadi berada diantara menggelikan dan memprihatinkan. Menggelikan karena apa yang mereka yakini sebenarnya sama sekali tidak dapat dipertanggungjawabkan karena berada sangat-sangat jauh dari yang namanya logis. Memang, ALLAH bisa saja menunjukkan kebesarannya lewat siapa saja dan melalui cara apapun. Namun dalam hal ini, rasanya sulit untuk dipercayai begitu saja. Harus diperhatikan bahwa faktor sugesti berperan besar di sini. Salah-salah malah terjerumus ke dalam kemusyrikan. Ingat, semua penyakit mempunyai diagnosa dan tindakan tertentu yang telah dijabarkan dengan sangat teliti di dunia medik.

Yang memprihatinkan adalah adanya ironi tingkat tinggi dalam kehidupan sebagian besar lapisan masyarakat kita, diantaranya ya para pasien Ponari ini. Mereka mempunyai semangat sangat tinggi saat mengharapkan sesuatu hal yang menurut mereka positif, dan diharapkan akan datang secara tiba-tiba dalam kualitas serta kuantitas yang tidak sedikit, namun dengan usaha yang minim. Ujug-ujug begini, ujug-ujug begitu, ujug-ujug waras, ujug-ujug sugih, dll.  Dengan kata lain, mereka sangat gemar metode Instan. Dan sayangnya tidak ada level semangat yang sepadan dari mereka untuk bekerja keras dan memahami proses. Dapat kesulitan sedikit aja mengeluhnya besar-besaran. Kehilangan pekerjaan terus mengemis, mencuri, mbromocorah, dll. Tidak dapat dipungkiri lagi itulah salah satu kelemahan kita. Kurangnya usaha keras dalam menghadai kesulitan dan cenderung menggantungkan kepada pihak lain.

Seringkali pula demi tercapainya sebuah tujuan dengan super cepat, banyak orang rela menggunakan cara apapun. Seperti yang baru saja terjadi, tragedi pemekaran di Sumatera Utara. Segelintir oknum berkepentingan, dengan liciknya memanfaatkan ribuan massa yang katanya intelektual tapi pada kenyataannya sungguh amat sangat bodoh sekuuali. Hasilnya bisa ditebak, timbul korban. Yang lain dari biasanya, kali ini tidak hanya material saja, tp termasuk seorang ketua DPRD Propinsi yang menggeh-menggeh dikepung dan dikeroyok sebelum akhirnya meninggal! Tragiss…

Lha wong kupu-kupu aja dulunya kluget-kluget wujud ulet dan melompong jadi kepompong, lha wong ke Surabaya aja kalo dari sini harus ngerunut Madiun-Nganjuk-Mojokerto dulu, lhah mereka ini.. mau minum kopi kok gak ngrebus air dulu. Maunya sim salabim kopinya mak jling di depan mata. Ke Irak wae…

 

3 Responses to “Akal Kurang Sehat dan Budaya Instan”

  1. denologis Says:

    pengobatan alternatif….

  2. ario saja Says:

    He..he..he.. Indonesia dari dulu mah ga pernah belajar, maunya yang serba instan… yang merangkak dari bawah ga pernah di hargai he..he..he..

  3. angka Says:

    pemerintah dan para dokter harus introspeksi diri, betapa mahalnya biaya kesehatan, sehingga rakyat kecil nggak punya pilihan lain selain pengen yang murah - murah,daripada gak berobat.kalo punya duit banyak, mereka pasti milih ke rumah sakit.

    @JanMbuh:
    Lha tapi mereka yang ke Mas Pon itu juga keluar biaya banyak lho boz, soalnya rumahe aja jauh….

Leave a Reply

Wavecom Fastrack Modem
M1206B (Rp 600.000)

M1306B (Rp 800.000)

PCI 8 Port (Rp 550.000)

Garansi 1 TAHUN

Stok Sangat Terbatas

Hub. Admin utk pemesanan

Menerima semua jenis analisa data statistik.
Hubungi: Lya (081333030177)

penginguk:

Hit Counter by Digits